Peduli Pendidikan, Bupati Solok Terima Dwija Praja Nugraha 2017

By Disdikpora Kab Solok 22 Jul 2018, 21:12:08 WIB Pendidikan
Peduli Pendidikan, Bupati Solok Terima Dwija Praja Nugraha 2017

Keterangan Gambar : Bupati Solok menerima ucapan selamat dari presiden Joko widodo


JAKARTA (Minangsatu)  -- Hanya berjarak satu pekan setelah menerima piala Swasti Saba Wiwerda, penghargaan Nasional Bidang Kabupaten Sehat tahun2017, bupati Solok H. Gusmal harus kembali ke Jakarta untuk menerima Anugerah Dwija Praja Nugraha 2017, sebuah penghargaan tertingggi di Bidang Pendidikan.


Penghargaan ini dipandang sangat bergengsi karena Bupati Solok merupakan satu-satunya kepala daerah yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat yang  datang ke puncak Peringatan HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 pada Sabtu 2 Desember 2017, di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Jawa Barat.

Baca Lainnya :


Anugerah Dwi Prajura Nugraha disematkan langsung kepada bupati dan walikota oleh presiden RI Joko Widodo (Jokowi). “ Ada 15 Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia yang menerima Anugerah Dwi Prajura Nugraha ini, dan salah satunya adalah Kabupaten Solok,” kata bupati Solok H. Gusmal, Sabtu (2/12).


Diungkapkan,  penghargaan dimaksud lebih mengungkapkan tentang kepedulian H. Gusmal terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Komitmen Bupati Gusmal sangat tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masa datang.


Dikenal dengan melaksanakan Program Empat Pilar Pembangunan, bidang Pendidikan merupakan sektor prioritas digerakkan bersamam bidang Kesehatan dan ekonomi Kerakyatan. Melalui pilar pengelolaan pemerintah yang baik dan bersih, bidang Pendidikan menjadi tumpuan harapan bagi daerah penghasil bareh itu untuk lebih berkembang.


Sebagai bentuk komitmen, pemerintah Kabupaten Solok membuat terobosan dengan melahirkan produk hukum berupa Peraturan Daerah (perda) nomor 5 tahun tahun 2017 tentang penyelenggaran pendidikan SMP bernuansa Islami. Tetapi dalam prakteknya justru lebih ditajamkan kepada model Sekolah Umum Berbasis Pesantren. “ Justru penerapan sistem pendidikan berbasis pesantren ini yang menjadi sorotan bagi Kementrian Pendidikan sehingga mendapat nilai tersendiri,” ungkap bupati Gusmal.


 Ia mengatakan, peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Solok diharapkan dinepuhi dengan nilai-nilai agama dan budaya. PGRI dalam kaitan ini, merupakan salah satu wadah dalam pengembangan mutu guru untuk menuju pendidikan yang lebih baik.


Lebih spesifik tentang Sekolah Umum Berbasis Pesantren,  Bupati Solok Gusmal menyebutkan sebuah  proses implementasi terwujudnya masyarakat Kabupaten Solok yang maju dan mandiri dalam bingkai kehidupan masyarakat yang madani dengan nuansa Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah.


Tujuan akhir dari program ini tentulah untuk menciptakan generasi berakarakter sesuai dengan kearifan lokal, agama dan budaya. Nilai-nilai yang telah tumbuh dalam peradaban masyarakat sejak lama, adalah kebanggaan masyarakat Minangkabau. " Melalui pola pendidikan ini,  kita ingin menciptakan sunber daya manusia yang berdaya saing, yang dibekali dengan akhlak yang baik," jelas Gusmal. 


Proses pendidikan dilaksanakan tidak dalam bentuk serimonial belaka, tetapi lahir dari sebuah pengkajian mendalam dan komprehensif. Dalam praktiknya, Gusmal juga mengajak semua komponen  dalam struktur pemenrintah; praktisi pendidikan dan stakeholder lainnya untuk sama-sama membulatkan tekad demi suksesnya program sejolah umum berbasis pesantren ini. 


Tahapan SMP Berbasis Pesantren dimulai dengan dilakukan launching pada tanggal 13 April 2017. Kemudian  dilanjutkan dengan sosialisasi juknis kegiatan sekolah berbasis pesantren untuk kepala sekolah, komite sekolah, wakil kurikulum serta guru PAI (Pendidikan Agama Islam) pada 15 sekolah penyelenggara, serta seleksi tenaga pendidik pada sekolah umum berbasis pesantren




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment