Arosuka –
Pendidikan merupakan seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan
oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan
kepribadian, baik jasmani maupun ruhani, secara formal, informal maupun non
formal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang
tinggi, Kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Solok, H.
Zulkisar, S. Pd, MM, dalam rapat semua ASN Disdikpora, Ruang Pertemuan
Disdikpora, Arosuka.
Dalam hal
tersebut, tambah Kadis, kegiatan pendidikan dapat dilakukan oleh tiga kelompok
yaitu; diri sendiri, lingkungan (alam) dan orang lain. Jangkauannya mencakup
tiga wilayah; yaitu jasmani, akal dan hati. Sementara tempatnya juga
mencakup tiga wilayah yaitu; rumah, sekolah dan lingkungan.
Dalam konteks di atas, pendidikan berarti upaya menumbuhkan kepribadian serta
menanamkan rasa tanggung jawab, sedangkan fungsi pendidikan terhadap diri
manusia laksana makanan yang berfungsi memberi kekuatan, kesehatan dan
pertumbuhan, sebagai persiapan untuk mencapai tujuan hidup secara efektif dan
efesien. Katanya.
Oleh karenanya,
sistem dan tujuan pendidikan bagi suatu masyarakat tidak dapat diimpor atau
diekspor dari atau ke suatu masyarakat, tambahnya.
Pendidikan harus
timbul dari dalam masyarakat itu sendiri, ia seperti halnya pakaian yang harus
diukur dan dijahit sesuai dengan bentuk dan ukuran pemakainya. Ia berdasarkan
identitas, pandangan hidup, serta nilai-nilai yang ada pada masyarakat itu
sendiri.
Berbicara tentang Pendidikan Kabupaten Solok, tambah Kadis, langkah awal yang
telah dilakukan meningkat kualitas dari segala sektor penggerak pendidikan di
Kabupaten Solok.
Karena itu, Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Solok, mempunyai tujuan untuk masuk
sepuluh besar rata-rata hasil USBN dan UN baik SD maupun SMP di tingkat
provinsi, jelas Kadis. Dawai.