Orang boleh
pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam
masyarakat dan sejarah, guru harus menulis, mulai dari menulis
jurnal pembelajaran, membuat perangkat pembelajaran sampai membuat karya tulis
ilmiah sebagai kegiatan pengembangan diri dan syarat kenaikan pangkat.
Maka sebagai
seorang guru menulis merupakan kegiatan yang tidak bisa tidak, mau tidak mau
harus dilakukan, kata Bupati Solok, H. Gusmal, SE.MM, pada Bimbingan Teknis
Guru Menulis, Hotel Rocky Padang, baru baru ini.
Guru harus
membiasakan diri untuk menulis agar lama kelamaan dapat menghasilkan tulisan
bermutu yang tidak hanya digunakan untuk syarat kenaikan pangkat, tetapi juga
berguna untuk menambah khasanah ilmu pendidikan, tambah Bupati.
Mulailah menulis
tentang apa saja dan jangan terlalu terpaku pada tema tertentu. Setelah memulai
menulis akan diperlukan banyak referensi agar tulisan lebih baik dan bermutu
yang bisa didapat dengan membaca ujar Gusmal.
Dalam membiasakan
diri untuk menulis, hal yang terberat adalah konsistensi dalam menulis. Dalam
hal ini penulis harus selalu istiqomah dan mendisiplinkan diri untuk selalu
menulis, tambahnya.
Mempunyai jadwal
untuk menulis merupakan salah satu cara untuk membiasakan diri menullis.
Mulailah menulis sebulan sekali, lalu seminggu sekali, dan lama kelamaan
menulis akan menjadi kebiasan. Semakin sering menulis maka kualitas tulisan
akan semakin baik, jelas Bupati.
Bagi seorang
guru, membiasakan diri untuk menulis harus dilakukan sebagai bentuk
pengembangan keprofesionalan berkelanjutan. Meluangkan waktu untuk menulis akan
banyak memberikan keuntungan, tulisan yang telah dibuat dapat dipublikasikan
keberbagai media dan akhirnya kumpulan dari tulisan-tulisan tersebut dapat juga
dipublikasikan dalam bentuk buku. Mari membiasakan diri menulis, pungkas
Bupati. (Dawai News).